- 14 Agu 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 12 jam yang lalu
SEKILAS goresan-goresan tinta pena di atas kertas berukuran 16 x 20,2 cm itu tampak kasar. Namun, detail dari ilustrasinya begitu nyata: seonggok tank ringan M3 Stuart dengan seorang komandannya melongok dari palka kubah atas dan di samping tank terdapat dua sosok prajurit Inggris berhelm brodie mengawaki sepucuk senapan mesin Vickers. Sketsa karya seniman dan jurnalis perang asal Australia Tony Rafty itu diberi tajuk Tank in Surabaya.
Karya sketsa versi reproduksi itu merupakan satu di antara sketsa dan narasi tentang keterlibatan orang-orang Australia dalam Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1949) di pameran “Two Nations: A Relationship is Born” yang kembali digelar di Jakarta kurun 15 Agustus-1 September 2024. Kali ini bertempat di Ruang Serba Guna Ir. H. Djuanda di Museum Bahari, Jakarta Utara.
Menurut Duta Besar (dubes) Australia untuk RI Penny Williams dalam pembukaan pameran, Selasa (13/8/2024), pameran yang dikurasi dengan kerjasamanya bersama Australian National Maritime Museum itu dihelat dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik RI-Australia sekaligus juga perayaan hubungan antar-masyarakat kedua negeri bertetangga itu. Indonesia-Australia punya irisan sejarah di masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















