- 25 Okt 2022
- 6 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
MENJADI orang kulit putih atau memiliki anggota keluarga berkulit putih adalah nasib buruk pada masa pendudukan Jepang. Jepang mengambil sikap keras pada orang-orang Eropa ataupun yang telah bercampur dengan anak negeri. Orang Eropa dan Indo jadi pariah. Dipites seolah caplak. Diinjak serupa kecoa.
Di Jakarta, Jepang menyita rumah-rumah orang Belanda di kawasan Cideng. Rumah-rumah itu jadi tempat tahanan bagi perempuan sipil, anak-anak perempuan, dan anak lelaki berusia di bawah 10 tahun dari berbagai bangsa Eropa. Laki-laki sipil dewasa dan berusia di bawah 10 tahun ditempatkan secara terpisah.
Mereka semua disebut interniran. Ditahan di area pagar kawat berduri dua meteran. Penjara seperti ini tersebar di beberapa tempat di Jawa. Bahkan sampai ke luar Indonesia. Yang di luar Indonesia ditujukan untuk personil militer atau aparatur pemerintahan Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















