top of page

Alkisah Berghof dan Sarang Elang Hitler

Di akhir perang, pasukan Sekutu menyatroni vila Hitler. Membawa beragam barang termasuk arloji yang dibeli orang Yahudi di pelelangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adolf Hitler di ruang kerjanya di vila Berghof. (Bundesarchiv).

  • 3 Agu 2022
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

PELELANGAN sebuah barang acapkali menghebohkan publik. Terlebih bila barang yang dilelang punya cerita di baliknya. Hal itulah yang dialami sebuah arloji klasik keemasan yang dilingkari tali kulit hitam buatan LeCoutre ketika dilelang baru-baru ini. Pasalnya, arloji yang diberi merk Andreas Huber, supplier resmi arloji tersebut, itu memiliki kaitan dengan Nazi, partai fasis Jerman. Maka, komunitas Yahudi pun naik pitam ketika mengetahuinya. European Jewish Association memprotesnya.


Pihak rumah lelang mengklarifikasi bahwa pelelangan itu bukan untuk mempropagandakan kembali Nazi atau nama Hitler. Terlebih pemenang lelang arloji itu seorang Yahudi yang tak diumbar identitasnya.


“Baik buruknya sejarah, bendanya sendiri tetaplah harus dilestarikan. Jika Anda menghancurkan sejarah maka takkan ada bukti bahwa sejarah itu terjadi,” tutur Mindy Greenstein, wakil presiden rumah lelang tersebut, diberitakan New York Post, Senin (1/8/2022).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
transparant.png
bottom of page