- 31 Jul 2020
- 6 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
D HARI yang cerah itu, 20 April 1945, segenap pejabat dan perwira terdekat Adolf Hitler berkumpul di aula Kekanseliran, Berlin. Kebetulan tak ada teror pemboman Uni Soviet saat itu, sehingga pesta ulangtahun ke-56 sang führer bisa digelar meriah. Dengan menyembunyikan tangan kirinya yang menderita tremor ke punggungnya, Hitler tiba di ruangan disambut semua hadirin dengan salam Nazi yang dikomando SS-Reichsführer Heinrich Himmler. Heil!
Semua calon suksesor Hitler turut hadir. Selain Himmler, ada Reichsmarschall Hermann Goering (ejaan Jerman: Göring), orang nomor dua paling berkuasa di Jerman Nazi setelah Hitler. Dikisahkan Ian Kershaw dalam Hitler: 1936-1945 Nemesis, sementara Goering langsung pergi setelah menyalami Hitler, Himmler mencoba membujuk Hitler untuk mau keluar dari Berlin, ibukota Jerman Nazi yang sedang dicecar ofensif Soviet.
Dibantu diplomat Walther Hewel, Himmler menyarankan Hitler bernegosiasi politik dengan Sekutu. “Aku muak dengan politik. Tak apa, temanku Himmler yang setia. Pergilah (keluar dari Berlin),” tutur Hitler, dikutip Kershaw.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















