top of page

Karl Doenitz, Panglima Singa Suksesor Hitler

Pencetus taktik sohor kapal selam Jerman. Penyelamat ratusan ribu pasukan Jerman dari penawanan Uni Soviet.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Großadmiral Karl Doenitz, Panglima Kriegsmarine (AL Jerman). (The National WWII Museum).

13 Agu 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

SEJAK awal persidangannya di Pengadilan Nuremberg, 20 November 1945, Großadmiral Karl Doenitz (Dönitz dalam ejaan Jerman) tak goyah pada pendiriannya. Dia yakin tak bersalah meski tiga dakwaan dialamatkan majelis hakim padanya selaku Der Führer (pemimpin tertinggi) Jerman Nazi terakhir.


Saat penjatuhan vonis setahun kemudian (1 Oktober 1946) pun, Doenitz duduk dengan sikap bersahaja di barisan para terdakwa bekas antek Jerman Nazi di ruangan yang penuh sesak. Air mukanya tenang. Dengan seksama, ia mendengarkan pembacaan vonisnya oleh hakim asal Prancis Henri Donnedieu de Vabres via alat penerjemah bahasa di telinganya.


“Pengadilan Kejahatan Perang Internasional Nuremberg memvonis Laksamana Besar Doenitz 10 tahun penjara. Doenitz terbukti bersalah atas dua dakwaan, yakni Kejahatan terhadap Perdamaian (merencanakan perang yang ilegal di mata Hukum Internasional) dan Kejahatan Perang (pelanggaran hukum perang). Tetapi Doenitz tidak terbukti bersalah atas dakwaan Konspirasi Perang,” kata Henri sebagaimana tersurat dalam arsip Office of Navy Intelligence (Dinas Intelijen Angkatan Laut  Amerika Serikat) yang dirilis Oktober 1946.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page