top of page

Anak Historis Kamper

Sebuah buku yang menyajikan hasil riset penting dalam menyingkap kabut sejarah Barus.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Syeikh Mahmud di Barus. (Wikimedia Commons).

11 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Des 2025

HERMAN Neubronner van der Tuuk, yang dikirim Perkumpulan Alkitab Belanda tiba di Barus, di pantai barat Sumatra Utara, pada 1856. Tujuannya: menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Batak. Ketika berada di sana, dia membeli banyak benda kuno, yang ditemukan beberapa tahun sebelum kedatangannya, dari para penggali liar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page