top of page

Anak Menak Revolusioner

Wikana lahir dari keluarga priayi bukan halangan untuk jadi pejuang. Sangat membenci penjajah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Empat Menteri Negara hadir dalam sidang Komite Nasional Indonesia Pusat. Kiri-kanan: Tan Po Goan, Wikana, Soedarsono, dan Sultan Hamengkubuwono IX. (Repro Saat Bersedjarah karya Parada Harahap).

26 Agu 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

MUNGKIN Nonoh tak pernah menyangka anak lelakinya kelak menjadi pemuda yang berperan dalam revolusi Indonesia. Dia lahir pada 16 Oktober 1914 di Sumedang, Jawa Barat sebagai anak ke-14 dari 16 bersaudara. Ayahnya Raden Haji Soelaiman, seorang pendatang Demak, Jawa Tengah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page