top of page

Arab Business Empire in Indonesia

Arabs have a history of building successful businesses in Indonesia. Their businesses range from entertainment, trade, land-housing, textiles, to horse trading.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arab traders in Java, 1870. (KITLV).

29 Jul 2024
9 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

THREE Arab brothers from Padang, West Sumatra, arrived in Batavia in the 1920s. They were all businessmen with abundant wealth, the result of their parents' inheritance and their business profits. However, their main mission in Batavia was not to do business, but to introduce Batavian citizens to Arabic distinctive musical and theatrical traditions.


“Apart from being business-minded, they, Sayid Idrus, Sayid Syehan, and Sayid Abubakar, were also artistic; they loved entertainment,” Mudrik bin Shahab told Historia. According to Mudrik, they belong to the bin Shahab clan. “They are still related to Ali Menteng.” Ali Menteng was a renowned journalist and a pioneering figure in Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page