- 2 Feb 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 Mei
PERANG Dunia II membuat banyak pemuda jadi tentara. Kondisi “abnormal” akibat perang itu menghentikan banyak roda kehidupan dan menyisakan hanya sedikit pilihan. Tentara adalah hal paling mungkin dimasuki.
Itulah jalan kehidupan yang dipilih pemuda kelahiran Padang, 27 Mei 1925 bernama Arief Amin. Waktu zaman pendudukan Jepang, Arief menjadi bintara dalam tentara sukarela bentukan Jepang di Sumatra yang disebut Gyugun. Dari periode singkat pendudukan Jepang itu, dia pernah menjadi wakil komandan seksi Gyugun di Gadut, Bukittinggi.
Sewaktu revolusi kemerdekaan Indonesia pecah, Arief ikut terjun dengan terus menjadi tentara. Arief memulainya dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) hingga berubah jadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan terakhir Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di sinilah dia mulai menjadi perwira, dengan pangkat awal Letnan Dua. Mula-mula di Kompi II, Batalyon I, Resimen III, sebagai komandan seksi II.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















