- 21 Jan 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 30 Des 2025
MESKIPUN hanya lulusan SMP, mantan guru bernama Imam Bachri memanfaatkan betul peluang yang ada di masa pendudukan Jepang dengan masuk ke sekolah polisi di Surabaya. Ketika lulus dari sekolah polisi itu pada 1945, pria kelahiran Mojokerto, 17 Februari 1921 itu dapat pangkat junsa-bucho yang setara sersan.
Setelah Indonesia merdeka, Imam ikut Republik Indonesia sebagai bagian dari Polisi Istimewa. Pangkatnya naik menjadi Pembantu Inspektur Polisi kelas dua (kini setara Ajun Inspektur Polisi Dua/Aipda).
Mula-mula, Imam ditugaskan di Surabaya di bawah Inspektur Moehammad Jasin. Di sana dia bersama Pembantu Inspektur lain seperti Mudjoko dan Soetjipto Danoekoesoemo. Ketika Inspektur Jasin menjadi kepala Polisi Istimewa Keresidenan Surabaya, Sotjipto menjadi kepala Polisi Istimewa Surabaya. Imam sendiri pada Oktober-November 1945 menjadi salah satu komandan satuan Polisi Istimewa di Surabaya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












