top of page

Banjir Darah di Cibugel

Kesaksian orang-orang yang selamat dari teror paling mengerikan oleh gerombolan DI/TII.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi SM Kartosoewirjo, imam DI/TII. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

  • 2 Des 2022
  • 10 menit membaca

Diperbarui: 23 Nov 2025

TUGU itu menjulang seolah menantang langit. Tingginya lima meter. Ia berada persis di depan kantor Desa Cibugel. Kendati tanpa keterangan apapun, warga Cibugel tahu tugu itu merupakan pengingat atas suatu peristiwa mengerikan yang pernah melanda desa mereka sekitar 60 tahun lalu. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page