top of page

Banten dalam Karya Sastra Eropa Klasik

Banten masyhur di Eropa, dianggap sebagai pusat kekayaan di Hindia Timur. Sejumlah karya sastra Eropa klasik mengisahkannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Agon, Sulthan van Bantam karya Onno Zwier van Haren (1713-1779), terbitan tahun 1968. Foto: boekwinkeltjes.nl.

  • 23 Apr 2015
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mei

DI MASA lalu, Kesultanan Banten atau Bantam merupakan bandar internasional dengan komoditas utama lada. Bangsa-bangsa Eropa berlabuh untuk berniaga. Banten pun masyhur di kalangan orang-orang Eropa.


Sampai-sampai ketenaran Banten menjadi bahan cerita dalam karya-karya sastra dan drama Eropa klasik. Claude Guillot dalam Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, memuat lima karya sastra tersebut.


Love for Love (1695)

Drama Love for Love karya William Congreve (1670-1729) mengisahkan kehidupan pemuda, Valentin, dari keluarga terpandang. Ayahnya, Sir Sampson Legend, murka karena dia boros sehingga berhenti membiayainya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
transparant.png
bottom of page