top of page

Beasiswa dari Masa ke Masa

Beasiswa telah tersedia sejak zaman kolonial Belanda dan pendudukan Jepang yang didorong oleh Politik Etis dan politik luar negeri. Ada kepentingan jangka panjang dari pemberi beasiswa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana belajar di School tot Opleiding van Inlandse Artsen (STOVIA) di Batavia, 1933. (KITLV).

8 Mei 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Feb

FAKTOR ekonomi masih menjadi penyebab utama seseorang sulit melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. Oleh karena itu, program bantuan biaya pendidikan atau beasiswa, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, merupakan solusi untuk memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat dalam mendapatkan pendidikan.


Beasiswa yang diberikan beragam. Ada beasiswa bagi murid maupun lulusan yang berprestasi di bidang akademik, dan ada pula beasiswa bagi mereka yang berprestasi di bidang nonakademik, seperti olahraga atau kesenian. Beasiswa umumnya dibagi dua, yakni beasiswa penuh di mana penerima tidak hanya mendapat bantuan biaya pendidikan (SPP atau uang semester), tetapi juga mendapat dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari selama masa studi; dan beasiswa parsial atau sebagian.


Beasiswa yang disediakan oleh lembaga pemerintahan, organisasi, dan swasta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Tak heran bila informasi mengenai program beasiswa selalu ramai dicari.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page