top of page

Sukarno Kuliah dengan Biaya Sendiri

Gagal ke Belanda, Sukarno pun kuliah di Bandung. Sempat diperingatkan rektor karena berpolitik. Menikah di tengah kuliah, tapi lulus sesuai target.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno saat menjadi mahasiswa Perguruan Tinggi Teknik (Technische Hogeschool, kini ITB), tahun 1922. (Di Bawah Bendera Revolusi).

14 Agu 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Jul

SUKARNO lulus HBS (Hogere Burgerschool) di Surabaya pada 10 Juni 1921. Seperti teman-temannya, dia ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi di Negeri Belanda. Namun, ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, tidak mengizinkan.


Meski Sukarno memohon, ibunya tetap tidak mengizinkan. Bagi ibunya, kuliah di luar negeri tidak salah, tapi banyak jeleknya kalau pergi ke Negeri Belanda. Ibunya bertanya apa yang membuat Sukarno tertarik pergi ke luar negeri: mencapai gelar perguruan tinggi atau mendapat perempuan kulit putih?


"Aku ingin masuk perguruan tinggi, Bu," jawab Sukarno dalam otobiografinya Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.


"Kalau itu yang kau ingini, kau bisa masuk perguruan tinggi di sini," kata ibunya. "Pertama kita harus ingat pada kenyataan dasar yang menentukan segala sesuatu dalam hidup kita. Uang! Pergi ke luar negeri memerlukan biaya yang sangat besar."

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Lapangan Merah kembali jadi saksi parade para patriot Rusia. Menggaungkan sentimen anti-Nazi dari masa Stalin hingga Putin.
Lapangan Merah kembali jadi saksi parade para patriot Rusia. Menggaungkan sentimen anti-Nazi dari masa Stalin hingga Putin.
transparant.png
bottom of page