- 7 Mar 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
BERADA di antara puluhan lapak barang bekas dan gerobak pedagang makanan keliling, rumah ini sekilas tampak biasa. Tak ada ticket box, spanduk besar, maupun papan nama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Penandanya hanyalah bendera merah putih yang berkibar di atas sebuah plakat bertuliskan Rumah Bersejarah Inggit Garnasih. Ia terlihat rapi dan bersih dibanding bangunan di sekitarnya.
Rumah ini pernah menjadi tempat tinggal pasangan Sukarno dan Inggit Garnasih. Ia juga menjadi tempat berkumpul kaum pergerakan. “Rumah ini bisa dikatakan posko atau dapur perjuangan,” ujar Tito Zeni Asmara Hadi, anak pasangan Ratna Djuami dan Asmara Hadi. Ratna Djuami adalah anak dari Murtasih, kakak Inggit, sementara Asmara Hadi, seorang sastrawan, anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), dan murid Sukarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












