top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bung Hatta Membayar Beasiswa di Belanda

Gagal dalam ujian, Bung Hatta tidak berani lagi meminta beasiswa. Dapat beasiswa lain yang dibayar 18 tahun kemudian setelah dia jadi wakil presiden.

12 Agu 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Mohammad Hatta (tengah) dalam rapat presidium Kongres Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial di Brussel, Belgia, Februari 1927. (Repro Untuk Negeriku).

  • 12 Agu 2020
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 25 Feb

SETELAH lulus Prins Hendrik School (PHS) di Batavia, Mohammad Hatta berencana melanjutkan pendidikan tinggi ke Rotterdam, Belanda, dengan biaya dari pamannya, pengusaha Mak Etek Ayub. Oleh karena itu, dia tidak mengajukan beasiswa ke pemerintah Belanda. Rencananya buyar setelah nasib malang menimpa pamannya yang ditahan karena perkara utang.


Hatta kemudian mendatangi Duyvetter, pegawai Departemen Pengajaran dan Agama. Tugasnya memperhatikan murid-murid sekolah menengah dari luar Batavia yang meminta tolong kepadanya untuk memperoleh beasiswa.


Karena Hatta terlambat mengajukan beasiswa dari pemerintah Belanda, Duyvetter mencoba mencarikan beasiswa dari Van Deventer-Stichting. Dia menelepon perwakilannya, J.E. Stokvis. Hatta diminta datang langsung menemui Stokvis. Stokvis memberi tahu Hatta bawah beasiswanya diproses di Belanda kurang lebih satu-dua bulan. Jadi, Hatta harus berangkat dulu ke Rotterdam dengan biaya sendiri. Hatta menyanggupinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page