- 12 Agu 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 25 Feb
SETELAH lulus Prins Hendrik School (PHS) di Batavia, Mohammad Hatta berencana melanjutkan pendidikan tinggi ke Rotterdam, Belanda, dengan biaya dari pamannya, pengusaha Mak Etek Ayub. Oleh karena itu, dia tidak mengajukan beasiswa ke pemerintah Belanda. Rencananya buyar setelah nasib malang menimpa pamannya yang ditahan karena perkara utang.
Hatta kemudian mendatangi Duyvetter, pegawai Departemen Pengajaran dan Agama. Tugasnya memperhatikan murid-murid sekolah menengah dari luar Batavia yang meminta tolong kepadanya untuk memperoleh beasiswa.
Karena Hatta terlambat mengajukan beasiswa dari pemerintah Belanda, Duyvetter mencoba mencarikan beasiswa dari Van Deventer-Stichting. Dia menelepon perwakilannya, J.E. Stokvis. Hatta diminta datang langsung menemui Stokvis. Stokvis memberi tahu Hatta bawah beasiswanya diproses di Belanda kurang lebih satu-dua bulan. Jadi, Hatta harus berangkat dulu ke Rotterdam dengan biaya sendiri. Hatta menyanggupinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












