top of page

Ketua Umum PSI Jadi Perdana Menteri

Ketua umum PSI ini jarang kuliah bahkan tidak lulus kuliah. Tapi dia tiga kali menjabat perdana menteri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perdana Menteri Sutan Sjahrir berpidato pada Sidang Pleno KNIP ke V di Malang, Jawa Timur tahun 1947. (Cas Oorthuys/Fotoleren).

27 Feb 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 25 Feb

SETELAH lulus sekolah AMS (Algemeene Middelbare School) di Bandung pada 1929, Sutan Sjahrir melanjutkan pendidikan ke Belanda. Di Amsterdam, dia tinggal bersama kakaknya, Sjahrizad, istri dr. Djoehana Wiradikarta yang sedang kuliah pascasarjana kedokteran. Sjahrir masuk Fakultas Hukum di Universitas Amsterdam.


“Tapi, dia jarang mengikuti kuliah. Minat perhatiannya ada di tempat lain. Sjahrir dengan serius mempelajari sosialisme,” tulis Rosihan Anwar dalam Sutan Sjahrir: Negarawan Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya.


Sejarawan Rudolf Mrazek dalam Sjahrir: Politik dan Pengasingan di Indonesia menyebut beberapa hari setibanya di Amsterdam, Sjahrir kemudian menulis surat kepada perhimpunan mahasiswa di kota itu, Sociaal Democratische Studenten Club (Klub Mahasiswa Sosial Demokrat), menanyakan keterangan tentang gerakan pemuda tersebut. Ketika menerima surat Sjahrir, ketua klub itu, Salomon Tas, segera menaiki sepedanya dan pergi menemui Sjahrir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page