top of page

Belanda dan Amerika Serikat dalam Peristiwa Madiun

Peristiwa Madiun 1948 membuat Amerika Serikat, sekutu Belanda, mendukung pemerintahan Sukarno-Hatta karena berhasil menumpas kelompok komunis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penangkapan para simpatisan Peristiwa Madiun 1948. (nationaalarchief.nl).

8 Mei 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 5 hari yang lalu

PIDATO Presiden Prabowo Subianto pada sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu mencuri perhatian publik. Alih-alih menyebut kelompok komunis, Prabowo justru mengatakan bahwa Peristiwa Madiun tahun 1948 atau Madiun Affair didalangi oleh pihak Belanda.


“Peristiwa Madiun, seolah-olah itu komunis, ternyata yang membawa Musso, Semaoen, semua itu adalah Belanda, difasilitasi oleh Belanda,” jelas Prabowo dalam pidatonya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025).


Peristiwa Madiun yang terjadi pada 18 September 1948 kerap menjadi topik diskusi yang memicu kontroversi.


Ada beberapa faktor pemicu meletusnya Peristiwa Madiun, mulai dari kembalinya Musso, pentolan PKI yang puluhan tahun mengembara di Eropa, hingga permasalahan di dalam negeri terkait hasil Perundingan Renville yang merugikan posisi Republik di tengah kemelut dengan Belanda sehingga berujung pada jatuhnya Kabinet Amir Sjarifoeddin, tokoh sayap kiri yang terlibat dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR), serta rasionalisasi TNI pada masa pemerintahan Mohammad Hatta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page