Diperbarui: 18 Sep
KETIKA Madiun membara akibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) medio September 1948, Belanda menawarkan bantuan pasukan untuk upaya pasifikasi. Namun benarkah Belanda punya peran, bahkan ikut mendalanginya sebagaimana yang diindikasikan Presiden Prabowo Subianto?
Presiden Prabowo mengungkitnya dalam pidatonya di sela Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025). Ia menyampaikannya dalam konteks pembicaraan tantangan menghadapi globalisasi dan berkaca bahwa sejak awal kemerdekaan pun upaya pembangunan Indonesia selalu diganggu campur tangan pihak asing.
“Mungkin 25-28 tahun kita merdeka tidak pernah berhenti dari campur tangan asing. Peristiwa Madiun itu seolah-olah komunis, ternyata yang membawa (Munawar) Musso, Semaoen, semua itu adalah Belanda. Difasilitasi oleh Belanda. Belanda kuasai Batavia, semua lapangan terbang dikuasai. Bagaimana dia bisa sampai ke Madiun?” kata Prabowo dalam pidatonya yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (5/5/2025).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















