top of page

Belanda Membantai TNI dalam Pertempuran Titi Bambu

Sekompi pasukan Indonesia terjebak dan jadi sasaran tembak tentara Belanda. Sekelumit kisah kejahatan perang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sumatra.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sungai Wampu tahun 1890-an. (Wereldmuseum Amsterdam).

  • 8 Nov 2022
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 4 hari yang lalu

TUBUH-tubuh prajurit TNI dari Kompi Markas Resimen I Divisi X Sumatra terbujur kaku di tepi Sungai Wampu, Langkat. Letkol Djamin Gintings, sang komandan, memeriksa satu persatu anak buahnya yang tergeletak sekarat. Sembilan orang gugur termasuk tiga di antaranya yang hilang terbawa arus sungai. Enam orang lainnya mengalami luka berat. Tanda-tanda kekerasan yang mendera para prajurit malang itu, menurut Djamin Gintings lebih mirip ladang pembantaian.  


“Selain tubuh mereka robek dan tembus diterjang peluru, tubuh yang kini berbaring tanpa nyawa itu kelihatan penuh dengan tusukan-tusukan bayonet dan ada yang ususnya terburai keluar,” kenang komandan Resimen I itu pada catatan hariannya yang kemudian diterbitkan dalam memoar berjudul Titi Bambu.


Sungai Wampu terletak di antara Kabupaten Langkat dan Tanah Karo. Ia berhulu di Seberaya, Tanah Karo dan berhilir di Langkat. Orang-orang Karo menyebutnya Sungai Lau Biang, yang menjadi saksi Pertempuran Titi Bambu pada 21 Agustus 1947.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Meski sarat gimmick, film Shazam! Fury of the Gods tetap menyajikan keluguan remaja yang menyimpan kekuatan para dewa Yunani.
Meski sarat gimmick, film Shazam! Fury of the Gods tetap menyajikan keluguan remaja yang menyimpan kekuatan para dewa Yunani.
transparant.png
bottom of page