- 13 Feb 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 9 Mei
MOUNTING meriam, parapet, dan hoist-nya di beberapa bagian sudah berlumut. Laras meriam 6 incinya yang moncongnya menghadap ke arah Selat Pandan itu pun sudah sedikit berkarat. Pun cat tiga patung krunya, sudah mulai mengelupas.
Meski begitu, monumen di Benteng Pasir Panjang tersebut tetap berfungsi baik sebagai pengingat gigihnya pertahanan Singapura saat diinvasi Jepang di pekan kedua Februari 1942. Terlebih, monumen yang juga acap dikenal sebagai Baterai Labrador itu sangat tertata rapi saat dikunjungi penulis pada medio September 2014.
Tak semua sisa-sisa situs baterai ditampilkan lengkap, memang. Beberapa objek situs lain hanya tersisa mounting, parapet, dan hoist tanpa meriamnya.
Menurut Yusof Mahmud, guide dari Singapore Tourism Board (STB), meriam yang dimaksud di atas hanya salah satu bekas meriam yang mirip dengan yang pernah ditempatkan di Baterai Labrador. Meriam yang ditampilkan itu merupakan temuan meriam yang terkubur di situs Kamp Beach Road pada Maret 2001. Oleh National Heritage Board, meriam itu lalu ditempatkan di Baterai Labrador, dilengkapi dengan tambahan tiga patung kru yang sedang mengoperasikan meriam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















