top of page

Berpulangnya Presiden Malioboro Umbu Landu Paranggi

Sosok misterius dan bersahaja. Ikut menggerakkan Front Anti Korupsi Yogyakarta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Umbu Landu Paranggi, guru para penyair dan penulis di Yogyakarta. (caknun.com).

7 Apr 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 6 Apr

UMBU Landu Paranggi, penyair yang disebut sebagai Presiden Malioboro, wafat tadi malam, 6 April 2021, dalam usia 77 tahun. Umbu adalah guru bagi banyak penulis dan sastrawan Indonesia, seperti Emha Ainun Nadjib, Linus Suryadi, Landung Simatupang, Agus Dermawan T, Ahmadun Yosi Herfanda, Yudhistira ANM Massardi, dan banyak lagi.


Umbu lahir di Kananggar, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur pada 10 Agustus 1943. Sejak remaja, Umbu hijrah ke Yogyakarta. Di kota inilah Umbu lahir untuk kali kedua. “Pokoknya saya jatuh hati rata dengan tanah pada Jogja,” kata Umbu dalam wawancara di Balairung, No. 30 Tahun 1999.


Umbu sempat menempuh pendidikan tinggi di jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Gadjah Mada dan jurusan hukum Universitas Janabadra di Yogyakarta. Tapi ketertarikan Umbu pada sastra jauh lebih kuat daripada pilihan studinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page