top of page

Umbu Landu Paranggi dan Yori Antar Raih Penghargaan Akademi Jakarta 2019

Penghargaan atas pencapaian sepanjang hayat Umbu Landu Paranggi dan Yori Antar dalam sastra dan arsitektur.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Des 2019
  • 3 menit membaca

Penyair Umbu Landu Paranggi dan arsitek Yori Antar meraih Penghargaan Akademi Jakarta 2019 atas "pencapaian sepanjang hayat" di bidang humaniora. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Akademi Jakarta Taufik Abdullah di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 16 Desember 2019.


Penghargaan Akademi Jakarta awalnya bernama Hadiah Seni. Pertama kali diberikan kepada penyair dan dramawan WS Rendra pada 22 Agustus 1975. Kemudian pada 1978 Hadiah Seni diberikan kepada pelukis Zaini. Setelah itu, Hadiah Seni absen selama 25 tahun.


Pada 11 Maret 2003 Akademi Jakarta kembali memberikan Hadiah Seni kepada perupa Gregorius Sidharta. Tahun berikutnya Hadiah Seni diberikan kepada koreografer Gusmiati Suid dan pemusik Nano S. Pada 10 November 2005, Hadiah Seni berubah menjadi Penghargaan Akademi Jakarta yang diberikan kepada koreografer Retno Maruti. Sejak itu, berturut-turut Penghargaan Akademi Jakarta diberikan kepada para insan seni yang dipilih oleh dewan juri.


Tahun 2019, Penghargaan Akademi Jakarta diberikan kepada dua orang yang dianggap berjasa dalam kesusastraan dan arsitektur Indonesia: Umbu dan Yori. Keduanya bagian dari sejarah yang kemudian menjadi bangunan sastra dan arsitektur Indonesia hari ini.


"Dilihat dari konteks kehidupan dan budaya kita selama ini hingga kini, dinamika hiruk pikuk serta keserbamungkinannya, dua tokoh ini, menjadi sangat menarik, penting dan niscaya karena sangat relevan," kata Riris K. Toha, Ketua Dewan Juri Penghargaan Akademi Jakarta 2019.


Gregorius Antar Awal atau kerap disapa Yori Antar, lahir di Jakarta pada 4 Mei 1962. Yori lulus dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada 1989. Pada 2008, setelah melakukan ekspedisi ke Sumba-Flores, Yori mendirikan Rumah Asuh. Yayasan yang bertujuan untuk menyelamatkan situs atau bangunan tradisional yang terancam punah di berbagai daerah di Indonesia.


Yayasan ini telah mendirikan kembali berbagai rumah adat, dari rumah tenun Dayak Sintang, rumah adat Mbaru Niang di Wae Rebo, hingga rumah adat Ngata Toro di Sulawesi Tengah. Rumah Asuh tak semata-mata membangun rumah adat, namun telah menjadi jembatan antara pengetahuan masa lalu masyarakat adat kepada generasi penerusnya.


Bahkan, tak hanya rumah adat yang terancam punah, Yori juga berupaya menggali kembali memori masyarakat adat terhadap rumah-rumah adat mereka yang telah punah dan hanya tersisa dari ingatan-ingatan para tetua.


Pada 2010, Yori Antar bersama fotografer Oscar Motuloh dan Jay Subyakto mendirikan Liga Merah Putih. Mereka menggelar berbagai pameran foto antara lain, pameran foto situs Kota Tua Trowulan, pameran foto Sawah Lunto, pameran foto Singkawang, dan ekspedisi situs Muara Jambi pada 2012-2013.


"Dilihat dari kreativitas dan totalitas dedikasinya, pada pemahaman, penggalian, pendokumentasian, pelestarian dan pembangunan kembali arsitektur lokal, termasuk dorongan terbangunnya kesadaran masyarakat untuk menghargai jati dirinya, melalui arsitektur Nusantara tersebut, maka penghargaan Akademi Jakarta 2019 diserahkan kepada saudara Yori Antar," kata Riris.


Sementara itu, Umbu Wulang Landu Paranggi, lahir di Waingapu, Nusa Tenggara Timur pada 10 Agustus 1943. Sejak 1960, puisi-puisinya telah tersebar di berbagai media massa seperti Mimbar Indonesia, Gadjah Mada, Basis, Gema Mahasiswa, Mahasiswa Indonesia, Pelopor Yogya, hingga Majalah Kolong. Puisi-puisinya juga terbit dalam antologi bersama, Manifes (1968), Tonggak III (1987), Teh Ginseng (1993), Saron (2018), dan Tutur Batur (2019).


Pada 1969, ketika mengasuh ruang sastra di mingguan Pelopor Yogya, yang berkantor di Jalan Malioboro, Umbu bersama Iman Budhi Santosa, Teguh Ranusastra Asmara, Ragil Suwarno Pragolopati, Suparno S. Adhy, Ipan Sugiyanto Sugito, Mugiyono Gitowarsono, mendirikan Persada Studi Klub (PSK).


PSK melahirkan penyair-penyair ternama seperti Linus Suryadi AG, Emha Ainun Najib, Korrie Layun Rampan, dan sebagainya. Umbu sendiri saat itu dijuluki sebagai Presiden Malioboro.


Pada 1975, Umbu pulang ke Sumba. Tiga tahun kemudian dia menetap di Bali. Pada 1979, ia menjadi redaktur sastra di harian Bali Post dan menjadi guru bagi para sastrawan muda Bali. Beberapa muridnya di Bali antara lain, Putu Fajar Arcana, Cok Sawitri, Oka Rusmini hingga Raudal Tanjung Banua. Umbu aktif membina komunitas Jatijagat Kampung Puisi, Bali, hingga meninggal pada 6 April 2021.


"Selama 50 tahun lebih, tanpa pamrih, tanpa menghendaki panggung, dan tanpa jaminan apapun dari masyarakat, dia bekerja hanya untuk membangun kehidupan dan budaya serta siapa Indonesia. Melalui puisi, pembimbingan dan pengembangannya," kata Riris.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Penampilan Frans Meeng di Piala Dunia 1938 dipuji media Belanda. Perang membuat dia dan kakaknya yang bermain di klub yang sama harus menderita di Samudera Hindia dengan akhir berbeda.
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
transparant.png
bottom of page