Diperbarui: 27 Jul
SENAYAN hari ini dikenal sebagai kompleks olahraga terbesar tanah air dan juga gedung DPR/MPR. Kawasan di Jakarta Selatan nan terkenal ini namanya sudah disebut lebih dari 140 tahun kendati tak dieja sebagai Senayan, tapi Senajan. Di era Hindia Belanda daerah ini merupakan tanah partikelir.
“Senajan dan Petjandran Wangsanja, bagian tanah seluas 1474 bau di Keresidenan Batavia, Bagian Meester Cornelis, distrik Kebayoran, 1,5 pal dari Kebayoran. Pemilik dan pengelola JML Bohl. Nilai sewa 36.000 gulden populasi 1.224 jiwa pada 1 Januari 1894. Penghasil kepala dan padi,” catat buku Handboek voor cultuur- en handels-ondernemingen in Nederlandsch-Indië.
Bohl adalah orang Belanda totok yang –lahir pada 1848– datang ke Hindia Belanda sejak usia sekitar 16 atau 17 tahun. Koran Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, 19 Juni 1920, menyebut dia pernah bekerja di firma Pitcairn Syme & Co. Dari tabungan yang dikumpulkannya hasil bekerja, dia akhirnya menjadi pengelola tanah, lalu jadi tuan tanah ketika masih sangat muda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












