top of page

Keluarga Ament Tuan Tanah Cibubur dan Tanjung Timur

Dari Tanjung Timur, keluarga tuan tanah ini menguasai tanah-tanah partikelir di sekitarnya seperti Cibubur. Bisnisnya hingga Cirebon.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Tjalling Ament di Condet, Jakarta Timur. (Tangkapan layar Youtube snb project).

12 Des 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 2 Jan

SEJAK usia belasan tahun, Tjalling Ament (1801-1870) sudah bekerja sebagai pelaut atau kerani di perkebunan gula. Ketika berusia 19 tahun, pria asal Dokkum, Friesland, Belanda itu  mengadu nasib dengan merantau ke Hindia Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page