- 3 Jul 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Agu
PENGUJUNG Februari 1933. Mak Etek Ayub Rais, pengusaha asal Bukittinggi (Sumatera Barat) melawat ke Jepang. Perusahaan yang dia kelola bersama Djohan-Djohor bersaudara (Firma Djohan-Djohor) hendak melihat perkembangan industri Jepang yang kala itu tengah berkembang pesat, sekaligus membangun jaringan dagang dengan saudagar-saudagar di sana. Pengusaha Minang tersebut berencana memperluas jaringan impor mereka di Negeri Sakura.
Dalam melakukan perjalan bisnis ke Jepang tersebut, Ayub Rais tidak sendiri. Dia mengajak serta seorang penasihat dan seorang pemilik perusahaan asal Jepang di Hindia Belanda bernama Ando. Kawannya itu akan membantu Ayub Rais mengurusi berbagai masalah dagang selama berada di Jepang. Sementara penasihat yang mendampingi Ayub Rais adalah Mohammad Hatta.
“Aku diajaknya ikut sebagai penasihat. Aku berpikir-pikir apa yang akan kuperbuat. Apabila aku pergi aku akan meninggalkan Indonesia barang dua bulan,” kata Hatta seperti diceritakan dalam otobiografinya Memoir.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















