Diperbarui: 5 hari yang lalu
SUATU pagi di pertengahan Agustus 1925. Serangkaian kereta berhenti di jalur antara Oslo dan Bergen, Norwegia. Masinis memberi kesempatan selama setengah jam kepada para penumpang untuk menikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan di area tersebut, terutama melihat keindahan lembah Fjord. Mohammad Hatta menjadi salah seorang penumpang itu. Dia sedang dalam perjalanan menuju Bergen, kota pelabuhan di pantai barat Norwegia.
Bersama seorang kawan dari Perhimpunan Indonesia (PI), Samsi Sastrawidagda, Hatta ditugasi untuk mempelajari sistem kooperasi di Norwegia, Swedia, dan Denmark. Sebagai ekonom andalan organisasi mahasiswa Indonesia di negeri Belanda itu, keduanya harus mempelajari cara orang-orang Skandinavia mengelola keuangannya. Tujuan misi belajar tersebut juga antara lain meningkatkan keuangan di tubuh PI secara efektif, serta menerapkan pengetahuannya kelak di tanah air setelah terbebas dari penjajahan.
Setelah melalui perjalanan cukup panjang, kira-kira pukul 4 sore, Hatta tiba di Bergen. Dia segera mencari tempat untuk bermalam. Selesai menaruh barang, keduanya bergegas menuju kantor pos untuk mengambil surat kiriman Nazir Pamontjak dari Belanda. Ketika di Denmark, Samsi sempat mengirim surat kepada Nazir untuk memberitahukan kesulitan yang sedang dihadapi mereka: kehabisan ongkos.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















