top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Mohammad Hatta di Prancis: Perjumpaan Pertama dengan Eropa

Kunjungan Mohammad Hatta ke Prancis cukup penting bagi perkembangan pemikirannya dan sejarah nasionalisme Indonesia.

9 Jun 2018

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Mohammad Hatta mewakili Perhimpunan Indonesia, memimpin rapat Presidium Kongres Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial yang pertama di Brussels, 10-15 Februari 1927. (Repro Mohammad Hatta Hati Nurani Bangsa).

  • 9 Jun 2018
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 15 Agu 2025

SELAMA menjadi mahasiswa di Belanda, Mohammad Hatta beberapa kali mengunjungi Prancis, terutama kota Paris. Apapun yang ia alami, saksikan, dan resapi menjadi satu episode di dalam kehidupannya yang panjang. Episode yang sebenarnya cukup penting bagi perkembangan pemikirannya dan sejarah nasionalisme Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page