top of page

Cerita di Balik Jangkar Raksasa

Pedagang Tionghoa sejak lama berdagang di Selayar. Mereka berbaur darah dengan orang Selayar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jangkar dan meriam kecil di sebuah museum di Bontosunggu, Selayar. (Petrik Matanasi/Historia.ID).

4 Des 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul

DESA Bontosunggu di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Selayar dikenal pula dengan sebutan Desa Padang. Dikitari laut dan tambak, sejak dulu di desa ini sudah ada jangkar raksasa. Sekitar tahun 1995, dari tepi laut jangkar raksasa itu ditarik lebih jauh ke arah daratan. Warga desa itu mengerahkan 70 laki-laki kuatnya. Mereka menggeser jangkat dengan bantuan kayu penopang.


“Satu orang hampir mati,” aku Abdulrachman, warga Bontosunggu yang kini berusia 53 tahun. Abdulrachman merupakan cucu Nurdin Tjoa, warga keturunan Tionghoa di Bontosunggu. Kala upaya pemindahan itu, Nurdin masih hidup.


Setelah bekerja dengan susah payah, dua jangkar beserta tiga pucuk meriam kecil pun berpindah dari tempat semula sejauh kira-kira 300 meter. Kini, kelima benda bersejarah itu berada di dalam sebuah museum kecil di Bontosunggu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page