top of page

Cerita Lucu dari Pertempuran Surabaya

Kisah-kisah mengundang senyum dan tawa di balik pahit getir Pertempuran Surabaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Inggris tengah bertahan di sudut-sutut Surabaya. (IWM).

26 Des 2020
3 menit membaca

AKHIR Oktober 1945. Tentara Inggris  nyaris saja terbantai sia-sia di Surabaya. Guna mencegah situasi menyedihkan sekaligus memalukan itu terjadi, pimpinan militer Inggris kemudian meminta Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk mengendalikan para pejuang Indonesia di timur Jawa tersebut.


Seperti dikisahkan dalam otobiografinya Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (disusun oleh Cindy Adams), Sukarno-Hatta kemudian terlibat aktif secara langsung menghentikan aksi pertempuran di jalan-jalan kota Surabaya. Di setiap kerumunan massa dan pertahanan para pejuang republik, tak segan-segan Bung Karno menghentikan mobilnya dan berpidato dalam nada bersemangat.


“Hentikan pertempuran! Kita mengadakan gencatan senjata dan tetaplah di tempatmu masing-masing! Jangan menembak! Itu perintah saya! Hentikan pertempuran segera!” seru Si Bung Besar dari atas mobil terbukanya.


Bahkan karena pidatonya yang menyala-nyala itu pula, nyaris saja nyawa Bung Karno “lewat”. Ceritanya, saking bersemangat dan terpukaunya oleh gaya pidato Bung Karno, seorang remaja pejuang yang berdiri dekat Sukarno, secara tak sengaja menyenggol pelatuk senjata laras panjangnya yang tak terkunci. Akibatya: dor!


“Senapan terkutuk itu meletus! Dan lagi tepat di belakang telingaku,” kenang Sukarno.


Kendati sudah mendatangkan Sukarno dan Hatta, para pejuang Indonesia di Surabaya menganggap orang-orang Inggris hanya main-main saja saat berurusan dengan mereka. Hal itu semakin membuat kemarahan mereka kembali mencapai ubun-ubun, kala sepeninggal Sukarno, secara sepihak pihak Inggris justru memberikan ultimatum agar seluruh rakyat Indonesia yang bersenjata di Surabaya menyerah tanpa syarat.


Tentu saja ancaman itu dianggap sepi oleh para pejuang republik. Alih-alih menyerah, pertempuran malah semakin dikobarkan dan mengakibatkan Brigadir A.W.S. Mallaby (pimpinan pasukan Inggris di Surabaya) tewas dalam suatu insiden di depan Gedung Internatio.


Sejarah mencatat pada 10 November 1945, Inggris tanpa ampun membombardir Surabaya dari darat, laut dan udara. Serangan itu tentu saja disambut secara histeris oleh orang-orang Indonesia, kendati hanya sebatas sambutan lewat kekuatan infanteri dan artileri.


Kegilaan orang-orang Indonesia itu memunculkan kengerian yang sangat di benak para serdadu Inggris. Kepada para wartawan, mereka menjuluki Surabaya sebagai “neraka” yang paling berdarah-darah pasca Perang Dunia II. Itu seperti diberitakan oleh New York Times, 15 November 1945.  


Namun di balik kengerian dan kebrutalan perang di Surabaya, terbuhul kisah-kisah lucu yang mungkin jarang diketahui khalayak. Salah satunya pengalaman yang pernah diceritakan oleh Suhario Padmodiwiryo dalam otobiografinya Memoar Hario Kecik: Autobiografi Seorang Mahasiswa Prajurit.


Dalam suatu pertempuran kota, seorang pejuang kecil berusia kurang dari 15 tahun tetiba harus berhadapan satu lawan satu dengan seorang prajurit Sikh berjanggut lebat yang tinggi besar dan bersorban dari Divisi India di suatu lorong. Kedua langsung tertegun. Sang bocah yang tengah memegang senjata langsung membidik dan menarik picu. Klik! Peluru kosong.


Setelah lepas dari situasi panik, dengan tenang Si Prajurit Sikh itu mendekati sang bocah. Dia kemudian merampas senjata macet itu dan mengomel tanpa henti dalam bahasa Inggris. Awalnya, sang bocah hanya menangkap kata “mama” saja dari mulut sang prajurit. Namun dia kemudian cepat mafhum bahwa prajurit Inggris itu memintanya pulang dan menyuruh pergi saja ke pangkuan sang ibu daripada harus ikut-ikutan berperang.


Sebelumnya yakni dalam Pertempuran Akhir Oktober ada suatu kejadian lucu lagi yang dikisahkan oleh Des Alwi dalam Pertempuran Surabaya November 1945. Saat bergerak mundur, satu kompi pasukan Inggris tersudut ke Kebun Binatang Wonokromo. Situasi itu menyebabkan muncul “ide liar” di kalangan para pejuang untuk diam-diam melepaskan semua harimau dan binatang buas yang ada di kebun binatang itu. Semua setuju.


Namun baru saja akan dibentuk tim pelepas binatang-binatang buas itu, tetiba seorang kawan Des Alwi yang lebih dewasa melarangnya.


“Jangan dilepas! Nanti setelah mereka memakan orang-orang Inggris, giliran kita juga bakal mereka habisi!”*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Julen Lopetegui ditalak Spanyol jelang Piala Dunia. Dia bukan yang pertama.
Julen Lopetegui ditalak Spanyol jelang Piala Dunia. Dia bukan yang pertama.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Dari bersin hingga dokter pertama yang mendiagnosis penyakit kelamin. Dari penyakit mematikan sejak lama hingga program eutanasia.
Dari bersin hingga dokter pertama yang mendiagnosis penyakit kelamin. Dari penyakit mematikan sejak lama hingga program eutanasia.
Kemendikbud RI telah meminta maaf atas absennya lema KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Akan segera direvisi total.
Kemendikbud RI telah meminta maaf atas absennya lema KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Akan segera direvisi total.
transparant.png
bottom of page