top of page

Cermin Retak Petak Sinkian

Petak Sinkian mulanya kebun singkong kemudian dibeli perkumpulan sepakbola Tionghoa. Dari lapangan ini lahir bintang sepakbola nasional selama hampir seabad. Nasibnya di ujung tanduk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jan Somar (kiri) dan Peter Susanto bersama anak-anak didik SSB UMS di lapangan Petak Sinkian. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

31 Okt 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 10 Jan

PEPOHONAN. Semilir angin. Kicauan burung. Seperti oasis di tengah gurun, lapangan sepakbola Petak Sinkian di kelurahan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, memberi ketenangan di tengah kebisingan, kesegaran di tengah kepenatan, dan kenangan di tengah kekinian yang carut-marut. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page