top of page

Demi Buruh dan Tani yang Tertindas

Kisah pembelotan serdadu Belanda yang kemudian terlibat dalam pusaran konflik politik di Madiun.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Piet van Staveren. (Sampul buku Pitojo).

  • 10 Jan 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

PAGI baru saja memasuki Madiun ketika Radio Gelora Pemuda (RGM) mengudara seperti biasa. Namun, berbeda dengan siaran-siaran yang lalu, saat itu RGM menampilkan seorang penyiar berbangsa Belanda bernama Peter Volkland. Dalam bahasa Belanda, sang penyiar menyerukan agar semua serdadu Belanda yang sedang bertugas di Indonesia untuk tidak mematuhi segala perintah menindas rakyat Indonesia.


“Banyak dari kalian yang nanti akan tewas dalam perang ini, tapi untuk apa? Sesungguhnya apa yang kalian lakukan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan Belanda yang katanya sedang kalian bela. Secara tidak sadar kalian hanya tengah membela kepentingan segelintir elite keluarga kerajaan.”


“Wahai kawan-kawanku sesama pemuda Belanda darah kalian tidak pantas tumpah untuk sebuah keluarga yang memiliki lebih banyak darah Jerman dibandingkan darah Belanda… Serdadu-serdadu Belanda janganlah berkhianat kepada orangtua kalian sendiri, apakah kalian sadar bahwa orang-orang yang tengah kalian hadapi di sini adalah para buruh tani laiknya orangtua kalian di Belanda sana…”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
transparant.png
bottom of page