Diperbarui: 5 Okt
JOHANNES Cornelius Princen lahir di Den Haag, Belanda, pada 21 November 1925. Sedari remaja dia bercita-cita menjadi rohaniawan. Karena itulah dia memasuki seminari di Weert.
“Setelah beberapa saat merasakan suasana pendidikan calon rohaniawan, aku sadar bahwa tempatku bukan di sana,” ujar Princen.
Keluar dari seminari pada 1943, dia terlibat dalam perjuangan melawan pasukan Jerman yang menjajah negerinya. Nahas, Princen tertangkap dan ditahan di berbagai kamp konsentrasi. Kala waktu senggang, dia membacakan buku Pastor Poncke karya J.H. Eekhout kepada kawan-kawannya sesama tahanan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















