Diperbarui: 21 Sep
MATA Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berkaca-kaca. Selepas merampungkan pidato terakhirnya, Jumat (28/8/2020), ia membungkuk dengan khusyuk ke hadapan kamera di depannya untuk pamit kepada 126 juta rakyatnya. Sebagai PM dengan masa pemerintahan terlama, Abe mundur dengan alasan kesehatan.
“Kesehatan yang buruk tak semestinya memengaruhi keputusan-keputusan politik dan karena saya tak bisa memenuhi ekspektasi rakyat Jepang, saya memutuskan bahwa saya tak bisa terus menjadi perdana menteri dan akan mundur. Selama tujuh tahun saya sudah berusaha yang terbaik, namun saya menderita penyakit dan saya butuh perawatan,” ungkapnya, dikutip The Guardian, Jumat (28/8/2020).
Masa pemerintahan Abe sejatinya baru akan kedaluarsa pada 2021. Namun sejak delapan tahun silam Abe mengidap penyakit radang usus besar kronis. Penyakit ini juga sempat jadi penyebab Abe mundur pada 2007. Petinggi Partai LDP (Partai Liberal Demokratik) itu total menakhodai negeri “Matahari Terbit” selama tujuh tahun 247 hari.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















