top of page

Di Balik Kisah Raksasa Pemakan Manusia di Ratu Boko

Legenda menceritakannya sebagai Prabu Boko, raksasa pemakan manusia, ayah dari Roro Jonggrang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gapura dengan lima pintu di Situs Ratu Boko. (SoePhoto/Shutterstock).

20 Agu 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

DAHULU kala hiduplah raksasa pemakan manusia bernama Prabu Boko. Setiap hari ia mengirim prajurit untuk mencari manusia untuk dimakan. Jika prajurit itu gagal, ia yang akan dilahap.


Teror itu membuat penduduknya mencari perlindungan ke kerajaan tetangga. Penguasanya baik hati. Ia segera mengirim putranya, Bandung Bondowoso untuk melawan raksasa itu. Pertempuran terjadi selama sepuluh hari. Prabu Boko pun kalah.


Prabu Boko dipercaya menguasai Keraton Ratu Boko di Yogyakarta.


Menurut Veronique Degroot, arkeolog Ecole Francaise d’Extreme-Orient (EFEO), dalam "The Archaeological Ramains of Ratu Boko: From Sri Lankan Buddhism to Hinduism" yang diterbitkan dalam Indonesia and the Malay World, wisatawan Belanda pada abad ke-19 menerima legenda itu tanpa ragu. Mereka menganggap situs yang sudah ada sejak abad ke-8 itu sebagai kompleks keraton dari masa Hindu dan Buddha. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
transparant.png
bottom of page