- 22 Agu 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 28 Mei
HARI-HARI setelah kedudukannya dicopot dari panglima ABRI, Jenderal TNI Leonardus Benjamin “Benny” Moerdani tampak lebih santai dari biasanya. Padahal, semasa menjabat panglima, Benny di kalangan wartawan dikenal sebagai sosok angker yang jarang mengumbar senyum. Raut wajah Benny yang keras kadang-kadang lebih memperlihatkan intimidasi meski tanpa banyak bicara.
“Benny memancarkan kesan seorang pendiam, tapi angker. Itu kesan pertama saya,” kenang pakar politik-militer Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto.
Pada 1974, Salim Said selaku wartawan Majalah Tempo untuk kali pertama mewawancarai Benny Moerdani. Benny masih berpangkat mayor jenderal yang mengepalai intelijen Dephankam dan Kopkamtib merangkap Wakil Kepala Bakin. Wawancara berlangsung di Saigon (kini Ho Chi Minh City), Vietnam, ketika Benny meninjau pasukan perdamaian Indonesia dalam Perang Vietnam Utara-Selatan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















