top of page

Dicopot dari Panglima ABRI, Jenderal Benny Moerdani Santai

Setelah dipastikan lengser dari pucuk pimpinan ABRI, Benny Moerdani tampak lebih kalem dari biasanya. Jenderal yang dikenal angker ini pada suatu kesempatan bahkan mengajak wartawan berkelakar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal Benny Moerdani, Jenderal Edi Sudrajat, dan Jenderal Try Sutrisno di Istana Negara, 22 Februari 1988. Sumber: Harian Neraca, 29 Februari 1988.

22 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

HARI-HARI setelah kedudukannya dicopot dari panglima ABRI, Jenderal TNI Leonardus Benjamin “Benny” Moerdani tampak lebih santai dari biasanya. Padahal, semasa menjabat panglima, Benny di kalangan wartawan dikenal sebagai sosok angker yang jarang mengumbar senyum. Raut wajah Benny yang keras kadang-kadang lebih memperlihatkan intimidasi meski tanpa banyak bicara.


“Benny memancarkan kesan seorang pendiam, tapi angker. Itu kesan pertama saya,” kenang pakar politik-militer Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto.


Pada 1974, Salim Said selaku wartawan Majalah Tempo untuk kali pertama mewawancarai Benny Moerdani. Benny masih berpangkat mayor jenderal yang mengepalai intelijen Dephankam dan Kopkamtib merangkap Wakil Kepala Bakin. Wawancara berlangsung di Saigon (kini Ho Chi Minh City), Vietnam, ketika Benny meninjau pasukan perdamaian Indonesia dalam Perang Vietnam Utara-Selatan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page