- 20 Agu 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 28 Mei
DI PENGUJUNG masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo kembali melakukan perombakan kabinet. Menteri Energi dan SDM Arifin Tasrif diganti Bahlil Lahadalia. Menteri Investasi/BKPM yang sebelumnya dijabat Bahlil Lahadalia diisi Rosan Roeslani, eks Dubes RI untuk Amerika Serikat sekaligus ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly diganti politisi dan anggota DPR dari Gerindra Supratman Andi Agtas.
Dari tiga menteri yang diganti, dua di antaranya kader PDI Perjuangan (Arifin Tasrif dan Yasonna Laoly). Keduanya dicopot sebelum masa jabatannya berakhir atau kabinet demisioner dua bulan lagi. Hal ini kian menyiratkan pecah kongsi antara Presiden Jokowi dengan PDIP.
Pencopotan pejabat tinggi sebelum periode tugasnya berakhir juga pernah terjadi di masa Orde Baru. Tak tanggung-tanggung, nasib itulah yang pernah dialami Jenderal Benny Moerdani semasa menjabat Panglima ABRI merangkap Pangkopkamtib. Hanya tinggal kurang dari sebulan lagi masa jabatannya selesai, Presiden Soeharto keburu mencopot Benny Moerdani.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















