top of page

Diplomasi Sunyi Perwira TNI

Tak ingin bergantung pada politisi dan para menteri, segelintir perwira tinggi ikut melakukan upaya lobi di luar negeri. Ada konspirasi?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel Donald Isac Pandjaitan, Brigadir Jenderal Soeharto, dan Letkol Zein. Ketiganya bertugas sebagai delegasi Misi Nasution di Jerman Barat. Foto: Repro buku D.I. Pandjaitan: Gugur dalam Seragam Kebesaran .

  • 8 Des 2017
  • 3 menit membaca

Selama bertugas sebagai Atase Militer (Atmil) Indonesia di Bonn, Jerman Barat, Kolonel Donald Isac Pandjaitan kerap merancang misi rahasia. Salah satunya, berupaya menyusupkan Felix Metternich, warga negara Jerman Barat, ke Belanda. Kepada Felix, Pandjaitan menginstuksikan tugas berbahaya: memotret kapal-kapal perang Belanda, terutama kapal induk Karel Doorman. Pada Maret 1960, kapal induk Belanda satu-satunya itu dipersiapkan menuju perairan timur Indonesia untuk mengamankan wilayah Irian Barat.


“Dengan menggunakan kamera mini, Metternich berhasil memotret Karel Doorman dan kapal-kapal perang lain,” ujar Marieke Pandjaitan br. Tambunan dalam biografi suaminya, D.I. Pandjaitan: Gugur dalam Seragam Kebesaran.



Pandjaitan kemudian mengirimkan foto-foto itu ke Staf Umum Angkatan Darat (SUAD) di Jakarta. Metternich juga diplot oleh Pandjaitan untuk mengeposkan surat-surat pemerintah Indonesia yang ditujukan kepada tokoh politik berpengaruh di Belanda. Surat rahasia itu diposkan melalui Belgia untuk menghindari sensor dari dinas intelijen Belanda.


Operasi lain yang dijalankan Pandjaitan termasuk menyelundupkan Frits Kirihio ke Indonesia untuk dipertemukan dengan Presiden Sukarno. Frits adalah mahasiswa Papua yang disekolahkan oleh pejabat Belanda di Universitas Leiden, Belanda. Kelak, Frits menjadi tokoh pemuda Papua yang berperan memperjuangan integrasi Irian Barat ke dalam Republik Indonesia.


Diplomasi Senyap

Pandjaitan tak sendirian. Para Atmil Indonesia di negara lain mengerjakan misi yang kurang lebih serupa. Beberapa nama perwira TNI AD seperti Kolonel S. Parman ditempatkan di London sementara di Paris bertugas Kolonel Rachmat Kartakusumah dan Kolonel Sutikno Lukitodisastro berjaga di Amerika Serikat. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Abdul Haris Nasution menyebut misi para Atmil-nya sebagai “Operasi C” atau “diplomasi senyap”. Dalam kampanye perjuangan Irian Barat Operasi C ini bertujuan mempengaruhi sikap tokoh-tokoh penting di Belanda.


Nasution dalam memoarnya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 5: Kenangan masa Orde Lama menerangkan, tahap pertama diplomasi senyap dijalankan dengan mengadakan kontak-kontak terhadap kelompok penting di Belanda. Mereka antara lain para pengusaha Belanda; kaum cendekiawan yang diwakili Profesor Willem Duynstee ahli hukum tata negara Universitas Nijmegen; tokoh politik yang diwakili mantan Perdana Menteri Willem Drees; kalangan gereja, kalangan pers, dan pemuda-pemuda Irian Barat yang bersekolah di Belanda.



Selain mengemban kepentingan negara, para Atmil ini juga menjadi pamong bagi mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Eropa. Mereka yang punya relasi terhadap Atmil kebanyakan berasal dari mahasiswa yang berhaluan anti komunis. Menurut Soe Hok Gie sejarawan yang juga eks aktivis mahasiswa, bila dalam kondisi sulit – seperti misalnya tekanan dari kelompok mahasiswa yang pro Sukarno ataupun petugas-petugas KBRI – mereka mendapat bantuan dari Atmil Indonesia.


“Kadang-kadang Atmil Indonesia juga berfungsi sebagai pelindung mahasiswa yang dikejar-kejar Soekarno/klik Nasakom,” ujar Gie dalam Soe Hok Gie: Zaman Peralihan yang disunting Stanley Aris Santoso.


Pandjaitan pernah kena getahnya. Dia dianggap sebagai perwira yang tak loyal kepada Sukarno karena dituding menyebarkan propaganda menentang ide manipol dan nasakom bagi mahasiswa Indonesia di Jerman. Akibatnya, Pandjaitan sebagaimana dituturkan Marieke menjadi sasaran amarah Sukarno.



Menurut Nasution, diplomasi TNI memang khusus untuk melobi negara-negara Barat. Aktivitas para Atmil di Bonn, London, Paris ataupun Washington menjadi jaminan bagi kubu Barat bahwa TNI tak bergerak ke kiri atau ke kanan. “Kami selalu menjelaskan bahwa soal Irian Barat tak bisa lepas dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan TNI tidak akan jadi antek komunis,” ujar Nasution.


Untuk melancarkan diplomasi sunyi ini, Jenderal Nasution mengutus rekannya, seorang pengusaha Tionghoa bernama Ujeng Suwargana. Dia menjadi koordinator Atmil Indonesia di Eropa dan memfasilitasi apa yang diperlukan.


Dalam Bung Karno Dibunuh Tiga Kali? sejarawan Asvi Warman Adam mencatat Ujeng Suwargana dikenal Nasution sejak 1940 tatkala sama-sama mengikuti pendidikan militer di Bandung. Sebelum menjadi pengusaha bidang penerbitan, Ujeng merupakan perwira menengah sekaligus komandan logistik Teritorium III Siliwangi.


“Operasi C,” tulis Nasution, “Pelaksana utamanya ialah saudara Uyeng Suwargana. Atase militer kita di Bonn, Paris, dan di London membantu sepenuhnya misi-misi ‘Operasi C’ ini.” Nasution juga menyebutkan, Ujeng secara berkala mengunjungi Amerika dan Eropa, baik sebagai pengusaha maupun penceramah di lembaga Perguruan Tinggi.



Jurnalis kawakan Belanda, Willem Oltmans, mengenal Ujeng Suwargana sebagai teman akrab dan utusan pribadi Jenderal Abdul Haris Nasution. Dalam memoarnya Bung Karno Sahabatku yang diterjemahkan dari judul asli Mijn Vriend Sukarno, Oltmans menyebutkan, Ujeng kerap berkeliling Eropa Barat dan Amerika Serikat; menginformasikan mengenai suatu perebutan kekuasaan negara di Jakarta. Siapakah sebenarnya Ujeng ?


“Tidak jelas apa status Oejeng (Ujeng) dan apakah benar ia seorang intel,” imbuh Asvi. “Namun, yang terang, ia adalah orang dekat Jenderal Nasution.


Baca juga: Jejak Spion Melayu

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
bg-gray.jpg
Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Lika-liku perjalanan hidup pelatih bulutangkis putri jempolan. Kena imbas peristiwa G30S sampai Revolusi Kebudayaan di Tiongkok. Sukses di lapangan dan melahirkan banyak bintang.
Lika-liku perjalanan hidup pelatih bulutangkis putri jempolan. Kena imbas peristiwa G30S sampai Revolusi Kebudayaan di Tiongkok. Sukses di lapangan dan melahirkan banyak bintang.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
transparant.png
bottom of page