top of page

Drama Raja Pedir

Raja Pedir ini dibenci pamannya. Ditusuk dalam sebuah pertemuan, berhasil membalas dengan menusuk pamannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lada menjadi komoditas yang membuat Pedir kaya sekaligus komoditas yang sering memicu konflik. Pedir sendiri juga mengalami konflik internal. (Petrik Matanasi/Historia)

29 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Sep

DI masa lalu, konflik keluarga terkait kekuasaan banyak sekali terjadi di kerajaan-kerajaan di Nusantara. Entah orangtua dengan anaknya, kakak dengan adiknya, atau anggota-anggota keluarga yang lain. Di Banten, misalnya, sekitar tahun 1681 perselisihan terjadi antara Sultan Ageng Tirtayasa dan anaknya, Sultan Haji. VOC yang –membantu salah satunya– mendapat keuntungan.


Konflik serupa juga terjadi di Pedir. Konfliknya bukan antara ayah dan anak, melainkan antara paman dan keponakan.


Pedir, yang kini menjadi Pidie, di tenggara Banda Aceh, merupakan kerajaan berdaulat yang diperhitungkan di Aceh dan Selat Malaka. Eksistensinya sudah lebih dulu ketimbang Kerajaan Aceh, telah dicatat oleh penjelajah Portugis Joao de Barros.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page