Diperbarui: 10 Sep
DI masa lalu, konflik keluarga terkait kekuasaan banyak sekali terjadi di kerajaan-kerajaan di Nusantara. Entah orangtua dengan anaknya, kakak dengan adiknya, atau anggota-anggota keluarga yang lain. Di Banten, misalnya, sekitar tahun 1681 perselisihan terjadi antara Sultan Ageng Tirtayasa dan anaknya, Sultan Haji. VOC yang –membantu salah satunya– mendapat keuntungan.
Konflik serupa juga terjadi di Pedir. Konfliknya bukan antara ayah dan anak, melainkan antara paman dan keponakan.
Pedir, yang kini menjadi Pidie, di tenggara Banda Aceh, merupakan kerajaan berdaulat yang diperhitungkan di Aceh dan Selat Malaka. Eksistensinya sudah lebih dulu ketimbang Kerajaan Aceh, telah dicatat oleh penjelajah Portugis Joao de Barros.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












