Diperbarui: 5 Agu
NAMA Munir Said Thalib selalu lekat dalam ingatan banyak orang. Aktivis HAM kelahiran Malang, 8 Desember 1965, itu tewas diracun saat melakukan perjalanan udara menuju Belanda, di mana ia berencana menempuh pendidikan meraih gelar Ph.D, pada 7 September 2004.
Dua puluh tahun berlalu sejak kasus pembunuhannya menjadi sorotan masyarakat Indonesia, sejumlah pihak masih terus bersuara untuk medesak pemerintah agar dapat segera bertanggungjawab dan menyelesaikan kasus pembunuhan Munir.
Munir dikenal sebagai pejuang kemanusiaan yang tak pernah lelah menyuarakan keadilan bagi para korban kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya di zaman Orde Baru. Berdiri sebagai pembela bagi kaum yang terpinggirkan, aktivitas Munir bukan tanpa tantangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















