top of page

Dutch Tiger's Security Services in Jakarta

Driven by the will to survive, Piet “Macan” (The Tiger) Meulenbroek founded the security company Het Anker in Jakarta. He successfully conquered Jakarta's underworld.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of Pieter Meulenbroek. (M.A. Yusuf/Historia.ID)

25 Okt 2025
8 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

THE end of World War II meant that Pieter Meulenbroek, known as Piet, was no longer serving in the Navy. In 1945, he was demobilized in Batavia (now Jakarta). This situation meant that the 42-year-old man had to rack his brains to make a living.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page