top of page

Empat Upaya Pembunuhan Hitler yang Gagal

Adolf Hitler berulang kali lolos dari percobaan pembunuhan. Berikut empat di antaranya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adolf Hitler memperlihatkan kepada Benito Mussolini bekas pengeboman markasnya pada 20 Juli 1944. (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

27 Mei 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

UMUR adalah rahasia Tuhan. Berulangkali percobaan pembunuhan menghampirinya, nyawa Der Führer Adolf Hitler tetap selamat. Nyawa Hitler baru menguap di pengujung perang, 30 April 1945, atas keputusannya sendiri: bunuh diri di bunker-nya.


Sejarawan Inggris Roger Moorhouse dalam bukunya, Killing Hitler: The Plots, The Assassins, and the Dictator Who Cheated Death, mengungkapkan, setidaknya terjadi 42 kali usaha mengincar nyawa Hitler, baik sebelum ia jadi Kanselir Jerman pada 1933 maupun sudah mengobarkan Perang Dunia II. Hanya sekali jiwa Hitler benar-benar terancam, yakni kala komplotan Plot 20 Juli (1944) meledakkan bom koper yang bikin Hitler luka-luka.


Upaya pembunuhan Hitler juga pernah dilakukan salah satu kaki tangan terdekatnya, yakni Albert Speer. Speer merupakan arsitek cemerlang yang juga menteri Persenjataan dan Produksi Perang. Dia pernah mencoba membunuh Hitler dan upayanya jadi upaya terakhir sebelum Hitler bunuh diri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page