top of page

Evie Poetiray dan Dukungan Kemerdekaan Indonesia di Belanda

Evie Poetiray ambil bagian dalam perlawanan terhadap pendudukan Nazi Jerman di Belanda. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, dia menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Evie Poetiray menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Indonesia di Belanda. (Repro Di Negeri Penjajah).

17 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 3 Jul

RIBUAN orang berkumpul di Market Hall Amsterdam, Belanda pada 2 Februari 1946. Selain orang Indonesia, tak sedikit juga penduduk Belanda yang ambil bagian dalam aksi mendukung kemerdekaan Indonesia. Setelah kemenangan Sekutu pada Perang Dunia II, Belanda melihat peluang untuk kembali menguasai Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Hal ini tentu ditentang oleh orang-orang Indonesia yang kini memiliki hak untuk menentukan sendiri nasib bangsanya.


Perlawanan terhadap Belanda tak hanya terjadi di Indonesia, orang-orang Indonesia di luar negeri juga bersuara dan melakukan aksi untuk mempertahankan kemerdekaan. Salah satunya adalah G.E. (Evie) Poetiray. Wanita kelahiran Surabaya, 3 Juli 1918 itu aktif dalam berbagai kegiatan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di Belanda.


Menurut Jan A.B. Jongeneel dalam Ontmoeting van protestantse christenen met andere godsdiensten en geloven (1917-2017), dalam pertemuan massal yang diselenggarakan di Market Halls Amsterdam pada 1946, Evie menyampaikan pidato, di mana dia mengajukan sebuah pertanyaan penting tak hanya kepada orang-orang yang hadir di acara tersebut, tetapi juga kepada rakyat Belanda, parlemen Belanda, dan pemerintah Belanda. “Rakyat Belanda, apakah kalian bersedia untuk mengakui hak menentukan nasib sendiri rakyat Indonesia 100%?”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
transparant.png
bottom of page