- 13 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Feb
PARA pemuda Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri mendapat kesempatan untuk mengasah dan mengembangkan keahlian di berbagai bidang. Tak hanya itu,mereka juga menumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia juga berhak merdeka dari penjajahan, memiliki pemerintahan yang dipilih oleh rakyat, dan dapat menentukan nasib sendiri tanpa intervensi negara lain.
Atas dasar ini pula banyak pemuda Indonesia bergabung dengan sejumlah organisasi. Kendati tujuan utamanya adalah kemerdekaan Indonesia, tetapi para pemuda juga menyuarakan aspirasi seputar isu-isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Salah satu organisasi yang didirikan pemuda adalah Roekoen Peladjar Indonesia (Roepi) pada 18 Februari 1936. Menurut sejarawan Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600–1950, meski organisasi ini menyatakan diri tidak bergerak dalam politik maupun agama, Roepi turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perbedaan pendapat dipandang sebagai pegangan bersama. Sebab, tujuan organisasi ini untuk mempersatukan semua pelajar Indonesia di perantauan. Tak butuh waktu lama hingga Roepi berkembang menjadi perhimpunan yang diminati oleh mahasiswa Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












