top of page

Dewi Dja Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia di Amerika

Lewat pertunjukan seni budaya, Dewi Dja ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di Amerika Serikat. Sempat diinterogasi FBI karena dituding antek komunis, Dewi Dja tak gentar galang dukungan untuk tanah airnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dewi Dja (nomor 5 dari kanan di bagian belakang) duduk bersama Sutan Sjahrir (nomor 6) dan Haji Agus Salim (nomor 8) dalam sebuah pertemuan yang digelar di Amerika Serikat pada tahun 1947. (Ramadhan KH, Gelombang Hidupku: Dewi Dja dari Dardanella).

15 Okt 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 13 Jan

SOETIDJA, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Miss Dja atau Dewi Dja, tiba di Amerika melalui Eropa pada tahun 1939. Bersama sejumlah orang Indonesia yang tergabung dalam Devi Dja’s & Javanese Cultural Dancers, ia sebelumnya mengunjungi berbagai negara di Asia dan Eropa sebelum pecah Perang Dunia II.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page