top of page

Final Piala Dunia Berujung Gempita dan Prahara

Usai final Piala Dunia, publik Jerman bak bangkit dari kubur. Hungaria bergolak dan berujung prahara anti-Soviet.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hungaria vs Jerman Barat dalam Final Piala Dunia 1954 di Bern, Swiss. (fifa.com).

13 Nov 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Jun

PERANG Dunia II membuat Eropa absen 16 tahun menggelar Piala Dunia. Turnamen paling banyak menyedot perhatian publik dunia itu baru kembali ke Eropa pada 1954 ketika Swiss menjadi tuan rumah.


Partai final menjadi momen paling menyita perhatian. Laga yang mempertemukan Jerman Barat, negeri yang baru lahir setelah perang, melawan Hungaria, salah satu kekuatan adidaya sepakbola Eropa pada 1950-an, itu bukan semata soal pertarungan di lapangan. Kekalahan Hungaria 2-3 menimbulkan dampak dahsyat di dalam negerinya.


Di atas kertas, Hungaria lebih superior. Dalam babak penyisihan, di mana kedua negara sama-sama menempati Grup 1, Hungaria dengan mudah membantai Jerman Barat 8-3. Oleh karena itu, kemenangan Jerman Barat di final yang berlangsung di Wankdorf Staduim, Bern itu mencetuskan ungkapan Wunder von Bern atau Keajaiban Bern dari publik Jerman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page