top of page

Klenik di Balik Final Italia vs Brasil

Roberto Baggio gagal mengeksekusi penalti. Seorang dukun mengaku kalah oleh sihir pendukung Brasil.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Roberto Baggio gagal mengeksekusi penalti. bola melenceng ke atas mistar gawang yang dijaga Claudio Taffarel. Foto: fifa.com.

1 Nov 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jun

ROBERTO Baggio dikenal sebagai salah satu pesepakbola terbaik Italia dan dunia. Namun, dalam perjalanan kariernya, dia takkan pernah melupakan momen pahit saat gagal mengeksekusi si kulit bundar pada babak adu penalti di final Piala Dunia 1994 kontra Brasil.


Tembakannya dari titik putih melayang ke langit Pasadena, Amerika Serikat, sekaligus membuat Gli Azzurri (julukan timnas Italia) gigit jari. Skor akhir tos-tosan 3-2. Brasil menjadi juara Piala Dunia untuk keempat kalinya.


Padahal, menilik track record-nya, Baggio tergolong spesialis penendang penalti. “Rekor penaltinya 108 gol dari 122 tendangan (penalti). Rata-rata kesuksesannya 88 persen –masih menjadi rekor pesepakbola Italia,” tulis Ben Lyttleton dalam Twelve Yards: The Art and Psychology of the Perfect Penalty Kick.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page