- 14 Okt 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
ALUNAN gending karawitan terdengar merdu dari sebuah gedung di Jalan Kebangkitan Nasional, Solo. Di dalam gedung itu, sekelompok pemain wayang orang Sriwedari tampil dengan berbagai lakon. Meskipun kembang kempis di tengah arus globalisasi, Wayang Orang Sriwedari pernah menjadi kelompok wayang orang komersial yang amat populer.
Wayang wong (wayang orang) telah lama ada di Solo. Menurut KPH Kusumadilaga, “penciptanya” ialah Kadipaten Mangkunegaran. “Mangkunegaran I (1755-1795) menciptakan pertunjukan wayang wong dengan cerita wayang purwa,” tulis KPH Kusumadilaga dalam Serat Sastramiruda yang terbit sekitar tahun 1850.
Perkembangan wayang orang di sana merosot akibat Kadipaten Mangkunegaran mengalami defisit keuangan. Pementasan wayang orang tidak lagi dilakukan karena dianggap pemborosan. Para abdi dalem, yang terdiri dari abdi dalem langenpraja (kesenian) dan abdi dalem wayang wong, diberhentikan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















