top of page

Hikayat Wayang Orang di Priangan

Mulanya berkembang di Cirebon, wayang wong kemudian digemari oleh para menak Priangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Topeng yang digunakan dalam pagelaran wayang wong di Cirebon. (sumber: cirebonkota.go.id)

29 Jun 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

BERAWALl dari dakwah yang dilakukan Sunan Gunung Djati dan Sunan Kalijaga, pertunjukan wayang wong (wayang  topeng) –drama-tari yang memakai manusia sebagai objek pertunjukannya– telah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari kebudayaan masyarakat Cirebon.


Penyebarannya pun terus dilakukan hingga dikenal oleh masyarakat Priangan. Rombongan wayang wong dari Cirebonlah yang berperan penting dalam penyebaran tersebut. Hingga kini pertunjukan wayang wong masih terus dilesatarikan, walau hanya ditampilkan dalam acara tertentu saja.


Secara historis, penyebaran wayang wong dari wilayah Jawa Tengah terjadi ketika zaman Mataram Islam (1588-1755). Terdapat kondisi yang serupa di wilayah kekuasaan Mataram saat itu dengan Kesultanan Cirebon, yakni aktivitas penyebaran Islam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page