top of page

Gaza dalam Lintasan Sejarah

Dari Peradaban Zaman Perunggu, Gaza menjadi “penjara ruang terbuka” bagi jutaan sipil Palestina.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kehancuran wilayah pemukiman di Gaza usai dibombardir Israel. (X @UNRWA).

18 Okt 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 3 hari yang lalu

BALASAN Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke Jalur Gaza, Palestina lepas serangan roket Hamas pada 7 Oktober 2023 makin menggila. Tak hanya memutus semua akses kebutuhan hidup dasar untuk penduduk sipil Palestina, serangan-serangan IDF turut menyasar permukiman, kamp pengungsian, dan rumahsakit.


Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sejumlah posting-an di akun X-nya, @pmofa, pada Rabu (18/10/2023) mengungkapkan, sudah lebih dari tiga ribu jiwa yang tewas dan 12 ribu terluka. Jumlah itu sudah termasuk ratusan orang yang tewas kala Israel membombardir Rumahsakit Al-Ahli Arab atau Rumahsakit Baptist di pusat kota Gaza.


Kecaman pun bermunculan. Tak hanya dari WCC atau Dewan Gereja Dunia tapi juga sejumlah badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


“UNICEF mengecam keras serangan terhadap Rumahsakit Al Ahli Arab di Gaza yang menelan ratusan korban sipil yang tewas dan terluka. Kami menyerukan perlindungan terhadap semua warga sipil, termasuk anak-anak dan infrastruktur kebutuhan mereka. Kami mendesak gencatan senjata sesegera mungkin dan akses terhadap bantuan kemanusiaan,” ungkap badan dana amal anak-anak PBB di akun X-nya, @UNICEF, Rabu (18/10/2023).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page